“Allaahumma innii as’aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal ‘amalal lazii yubbaligunii hubbaka. Allaahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsi wa ahli.” artinya “Ya Allah, aku memohon curahan cinta-Mu dan kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu, serta mohon curahan amal yang dapat mengantarkan diriku mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada-Mu lebih tertanam dalam jiwaku melebihi kecintaanku kepada diri sendiri dan keluargaku. (H.R. Tirmizi)”
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 September 2011
Kisah wanita yang menjajakan keperawanannya
Minggu, 28 Agustus 2011
Bukalah Hati mu
بسم الله الرحمن الرحيم
Dikisahkan, ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak bahagia.Setiap hari, dari jendela kamarnya dia melihat taman dan pemandangan alam yang sangat indah, orang berlalu lalang, anak-anak bermain dengan gembira.
Tetapi fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia. Justru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang di luar sana bisa tertawa-tawa bersama atau setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.
Karena melihat keadaan di sekitarnya, hatinya yang hambar, terusik pada pertanyaan, "Apa rahasia bahagia?"
Demi mendapatkan jawaban tersebut, si pemuda memutuskan keluar dari kamarnya dan mulai bertanya kepada siapa saja yang mungkin bisa memberi jawabannya.
"Maaf Pak, saya mau bertanya, dari mana bahagia itu?" tanyanya kepada seorang bapak yang tampak gembira melihat anak-anak yang sedang berlarian.
"Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat saja anak-anak itu," jawab si bapak santai. Si pemuda mencermatinya dan tidak mengerti mengapa melihat anak-anak itu adalah kebahagiaan.
Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya ke beberapa orang lainnya tetapi tetap saja tidak menemukan jawabannya, apa dan bagaimana bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah seorang petani yang sedang beristirahat sambil meniup seruling dengan nikmatnya.
Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai dan mengajukan pertanyaan yang sama. "Ayo, masuklah kemari," si petani mempersilakan si pemuda dengan ramah.
"Bapak sedang membuat seruling baru. Lihatlah! Begini caranya." Tangannya pun sibuk memperagakan memilih bambu, mengusap dan membersihkan bulu-bulu halusnya dengan cermat.
"Setelah bersih, kini saatnya meratakan dan kemudian melubanginya."
"Bapak, saya kemari bukan belajar membuat suling dan apa hubungannya semua ini dengan kebahagiaan?" tanya si pemuda dengan kesal.
"Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu apa yang hendak Bapak jelaskan. Bambu sekecil ini bisa mendatangkan nada yang indah, rahasianya ada di lubang-lubang kecil ini.
Nah, sama dengan kebahagiaan yang kamu tanyakan. Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam hatimu. Karena tanpa kamu pernah membuka hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia. Mudah kan? Apakah kau mengerti?"
***
sebab utama dr ketidakbahagiaan org dlm hubungan cinta, bukanlah krn mereka tdk dicintai.Mereka dicintai,tp dicintai dengan cara yang salah (Mario Teguh)
Kebahagiaan adalah keseimbangan. Tidak ada keseimbangan yang bisa dicapai tanpa penyesuaian (Mario Teguh)
Sesungguhnya kebahagiaan masa depanmu yang panjang itu, sangat bergantung kepada kemampuanmu untuk menemukan kebahagiaan di dalam dirimu (Mario Teguh)
Selasa, 23 Agustus 2011
ANTARA SABAR DAN MENGELUH
بسم الله الرحمن الرحيم
Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi Haji di Baitul Haram. Di waktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya."Demi Allah aku tidak pernah melihat wajah secantik dan secerah wajah itu, tidak lain karena itu pasti karena ia tidak pernah risau dan bersedih hati"
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia berkata "Apakah katamu hai saudaraku? Demi Allah aku tetap terbelenggu dalam keadaan dukacita dan luka hati karena risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini"
Abul Hassan bertanya "Bagaimana hal yang merisaukanmu?"
Wanita itu menjawab "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain, yang satu masih menyusui, dan ketika aku bangun untuk membuatkan makanan, anakku yang agak besar berkata pada adiknya "hai adikku,sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing?"
Jawab adiknya "Baiklah kalau begitu"
Lalu disuruhnya adiknya berbaring dan disembelihnya leher sang adik. Kemudian ia merasakan ketakutan melihat darah yang mencucur keluar dari leher sang adik. Ia pun pergi berlari ke bukit yang mana disana ia dimakan oleh serigala. Lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu hingga ia mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk pergi keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas. Ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas mengenai tubuh mungilnya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang sudah berkhawin dan tinggal di daerah lain, hingga ia pingsan dan menemui ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara diantara mereka semua"
Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimana kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sehebat itu?"
Wanita itu menjawab "Tidak ada seorang pun yang dapat membedakan antara Sabar dan Mengeluh melainkan ia menemukan diantara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lain, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Adapun mengeluh maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka"
Demikianlah cerita diatas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan dimana kesabaran sangat digalakkan oleh Agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Karena itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadits Qudsi :
"Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang mukmin, jika aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia bersabar, melainkan Surga baginya"
Begitu juga mengeluh, perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan Haram hukumnya. Karena itu Rasulullah s.a.w bersabda :
"Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh, dan menghina nasab orang"
Dan Sabdanya pula, "Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahilliyah dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum bertaubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." Riwayat oleh Imam Majah.
Semoga kita dijadikan sebagai Hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala Musibah.
Amin
Langganan:
Postingan (Atom)


